• Gedung Milik Sendiri Akademi Kebidanan PUTRI BANGSA Pariaman
  • Akademi Kebidanan PUTRI BANGSA Pariaman didukung Tiga Bahasa
  • Peluang Kerja Lulusan Akademi Kebidanan PUTRI BANGSA Pariaman
  • Lowongan Kerja sebagai Direktur dan Dosen Tetap di Akbid PUTRI BANGSA Pariaman
Jl. Lareh Muh. Ali, Dusun Subarang Stoplat Desa Cimparuh, Kec. Pariaman Tengah, Kota Pariaman, Sumatera Barat 25514
(Samping Kantor Walikota Pariaman)
Telp. Mayeti Dahlan, SE. (0823 8133 0373) | Rio Eka Putra (0812 6666 8885)
DIBUKA Pendaftaran Calon DOSEN TETAP Akbid Putri Bangsa Pendaftaran dibuka tanggal : 22 Agustus - 22 Desember 2017 Info lebih lanjut klik link berikut LOWONGAN KERJA
Segera Daftarkan Diri Anda Di AKADEMI KEBIDANAN PUTRI BANGSA - PARIAMAN
You Are Here:
Home Berita Berita Nasional Anggota DPR Ingin Dosen Minimal Lulusan S2
Minggu, 11 September 2016 11:39

Anggota DPR Ingin Dosen Minimal Lulusan S2

Written by
Rate this item
(0 votes)

Jakarta (ANTARA News) - Anggota Komisi X DPR RI Marlinda Irwanti menginginkan dosen yang mengajar minimal adalah lulusan S2 karena terindikasi masih banyaknya orang yang mengajar di perkuliahan hanyalah lulusan S1.

"Saya sangat prihatin ketika diketahui jumlah dosen kita sekitar 230 ribu ternyata masih lulusan S1, S2 baru sekitar 120 ribu berarti belum mencapai 50 persen padahal dalam UU dan peraturan pemerintah menyatakan bahwa perguruan tinggi minimal di tahun 2017 dosennya itu harus S2," kata Marlinda dalam rilis yang diterima di Jakarta, Sabtu.

Politisi Partai Golkar itu juga mempertanyakan target yang dibuat oleh Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi terkait dengan peraturan yang terkait dengan syarat S2 itu.

Dia juga menyorot persoalan sertifikasi dosen yang dinilai baru mencapai sekitar 100 ribu, padahal sertifikasi penting guna meningkatkan daya saing dalam era MEA sekarang ini.

"Dosen tidak bisa disebut dosen kalau tidak memiliki sertifikasi, dan ini tangung jawab pemerintah mereka harus punya target 2017, sekitar 230 ribu dosen harus sudah sertifikasi," katanya.

Untuk itu, ia menegaskan pembuatan program yang tepat serta beragam indikator pengukuran yang digunakan untuk mencapai target itu.

Sebagaimana diwartakan, Dirjen Sumber Daya Iptek Dikti, Kementrian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi Prof Dr Ali Gufron Mukti mengemukakan rencana pemotongan tunjangan terhadap guru besar tidak dimaksudkan sebagai ancaman atau menakut-nakuti para guru besar, tapi lebih mendorong mereka agar dapat bekerja lebih optimal.

"Memang wacana pengurangan tunjangan dan tidak menaikkan pangkat terhadap guru besar yang tidak produktiif dalam kurun waktu tertentu itu sudah dibicarakan di bawah Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristek Dikti), bulan silam, tetapi tujuannya memberikan motivasi agar mereka usai mendapatkan kompensasi besar melakukan tugasnya lebih giat lagi," kata Dr Ali Gufron Mukti kepada Antara di Jakarta, Jumat (9/9).

Ali dimintai tanggapannya terkait rencana pemotongan tunjangan dan penundaan pangkat para guru besar di lingkungan perguruan tinggi yang akan dilaksanakan tahun 2017 jika para guru besar tersebut tidak melakukan penelitian dan kajian ilmiah yang terpublikasi.

Sebelumnya, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) diminta untuk mengevaluasi proses penganggaran di kementerian itu menyusul terjadinya pemotongan anggaran untuk Tunjangan Profesi Guru (TPG) sebesar Rp23,4 triliun.

"Proses penganggaran di Kemdikbud harus dievaluasi karena selama ini penganggarannya hanya menjiplak dari tahun sebelumnya," ujar Pemerhati Pendidikan, Indra Charismadji, di Jakarta, Kamis (1/9).

Menurut Indra Charismadji, proses penganggaran harus serius dan Kemdikbud harus mampu membuat program yang benar-benar efektif untuk memajukan pendidikan Indonesia.

Pewarta: Muhammad Razi Rahman
Editor: Ruslan Burhani
COPYRIGHT © ANTARA 2016

Read 97 times
Yulia Vebrina, S.Pd.I

Merupakan Staff Informasi Akademi Kebidanan PUTRI BANGSA Pariaman (AKBID-PB), kelahiran Kayu Aro, 25 Februari 1988.

Leave a comment

Make sure you enter all the required information, indicated by an asterisk (*). HTML code is not allowed.

Login

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterHari Ini189
mod_vvisit_counterKemarin32
mod_vvisit_counterMinggu Ini221
mod_vvisit_counterMinggu Lalu1392
mod_vvisit_counterBulan Ini2292
mod_vvisit_counterBulan Lalu1567
mod_vvisit_counterTotal247109

Ada: 29 guests online
IP Anda: 54.144.73.205
 , 
Hari Ini: Feb 19, 2018